Minato pernah menekuni kyudo, panahan tradisional Jepang, saat masih SMP. Namun sebuah kejadian membuatnya menjauh dan meninggalkan olahraga yang dulu ia cintai. Memasuki SMA, pertemuannya dengan teman-teman baru perlahan membangkitkan kembali langkahnya menuju lapangan latihan. Bergabung dalam klub kyudo sekolah, Minato dan kawan-kawan berusaha menyatukan ritme, ketenangan, dan tekad mereka demi satu tujuan: menaklukkan turnamen tingkat prefektur. Di antara tarikan busur dan denting anak panah, Minato mulai menghadapi alasan ia sempat lari, sekaligus mencari arti baru dari setiap bidikan.