Saat mengetahui kuil kekurangan mana untuk mengaktifkan relik suci, Myne melihatnya sebagai kesempatan untuk menyembuhkan penyakit mana yang mengancam nyawanya. Begitu menyaksikan perpustakaan kuil yang melimpah, ia tanpa ragu memohon untuk bergabung. Sebagai imbalan atas pengabdiannya dan cadangan mana yang luar biasa, Myne, seorang rakyat biasa, justru diberi jubah biru layaknya calon gadis kuil berdarah bangsawan. Bagi Myne, urusan mana dan status hanyalah gangguan kecil, karena kini ia punya akses ke buku sebanyak yang ia mau. Namun, mimpi yang akhirnya terasa dekat itu ternyata menuntut harga mahal. Dunia kaum bangsawan di kuil keras, penuh intrik, dan tak mengenal ampun. Myne harus menghadapi bentrokan kelas antara pemakai jubah biru dan jubah abu-abu, upaya Uskup Agung untuk menyingkirkannya, serta masalah perilaku para pelayan barunya. Dengan dukungan keluarga, sahabat, dan Imam Agung misterius yang niatnya sulit ditebak, Myne berjuang melewati rintangan demi terus melangkah menuju cita-citanya menjadi pustakawan terbaik.