Secara tradisi, saat menginjak usia 15 tahun, seorang penyihir harus merantau sendirian untuk mendalami sihir. Namun orang tua Makoto memilih jalan berbeda untuk putri mereka yang sering tersesat: ia harus menuntaskan sekolah menengah lebih dulu. Maka Makoto pun berangkat bersama kucingnya, Chito, meninggalkan hiruk-pikuk Yokohama menuju Prefektur Aomori untuk tinggal sementara bersama kerabat. Di tempat baru yang tenang itu, Makoto harus beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari sambil tetap belajar sihir. Masalahnya, orang-orang “normal” seharusnya tidak tahu penyihir itu ada, sesuatu yang sering kali terlupakan olehnya dan membuat hari-harinya semakin rumit.