Di kerajaan Tanbarun, Shirayuki dikenal sebagai gadis muda yang mandiri, berkemauan kuat, dan cerdas hingga menjadi seorang ahli obat yang andal. Namun, yang paling mencolok dari dirinya adalah rambut merah apelnya yang memikat, membuatnya menarik perhatian sang pangeran. Alih-alih diperlakukan dengan hormat, Shirayuki justru dituntut untuk menjadi selir. Menolak tunduk pada paksaan, Shirayuki memotong rambutnya dan melarikan diri ke kerajaan tetangga, Clarines. Di sana ia bertemu Zen, seorang pemuda yang hangat dan tak disangka menyimpan identitas sebagai pangeran. Di negeri baru ini, Shirayuki memulai langkahnya dari nol, mencari tempatnya sendiri sambil perlahan mendekat pada seseorang yang melihatnya lebih dari sekadar penampilan.