Tahun 1937, saat bayang-bayang Perang Dunia II mulai menguat, Letnan Kolonel Yuuki dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang membentuk sebuah unit intelijen rahasia bernama D Agency. Untuk menilai kinerjanya, Staf Umum menugaskan Letnan Sakuma mengawasi langsung, meski ia segera menyadari bahwa organisasi ini berjalan dengan cara yang jauh berbeda dari militer pada umumnya. D Agency merekrut agen dari luar jalur personel militer, lalu menanamkan prinsip yang berseberangan dengan doktrin resmi: jangan membunuh, jangan sampai terbunuh, dan jangan tertangkap. Di bawah bimbingan Yuuki, para operatif terlatih ini menjalankan misi-misi berisiko tinggi, bergerak di antara intrik dan permainan tipu daya melawan kekuatan dalam negeri maupun asing.
Beralih antara desain awal dan desain baru kami. Kamu bisa kembali kapan saja.